Return to site

Cerita Komunitas #2

· Cerita Komunitas,Blog

“Ketika biaya pengobatan menambah beban keuangan pembayaran kuliah, Dana Cita hadir membawa solusi yang benar-benar nyata”

Sempat disangka mengidap penyakit thypus dan bahkan Demam Berdarah, Rolivia dan keluarga harus menerima kenyataan bahwa dirinya menderita penyakit Lupus kurang lebih setahun lalu, pada masa awal perkuliahannya di Universitas Persada Indonesia (UPI) YAI jurusan Hubungan Masyarakat. Beberapa gejala umum penyakit Lupus pun secara jelas menyerang tubuhnya, seperti kerontokan rambut, sariawan yang terus menerus, dan penurunan berat badan hingga 30 kilogram. Pada puncaknya, penyakit Lupus yang juga terus menyerang secara khusus paru-paru bagian kiri memaksa Rolivia sempat mengalami kelumpuhan dan harus dibantu oleh kedua orang tuanya dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Stigma bahwa penyakit ini termasuk dalam penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan sudah jelas sempat membuat Rolivia sekeluarga terpuruk.

Momen seperti ini secara lumrah bisa jadi mendorong seseorang untuk meninggalkan bangku perkuliahan. Terlebih, sewaktu itu, biaya obat tambahan yang harus dikeluarkan juga memaksa keluarga Rolivia untuk berpikir lebih keras lagi untuk mencukupkan semua kebutuhan keluarga. Adapun demikian, pilihan untuk berhenti berkuliah - bahkan hanya untuk cuti kuliah - bukan pilihan yang ingin diperjuangkan oleh Rolivia. Rolivia, yang dikenal sebagai tempat semua temannya mengadu dan bercerita tentang apapun juga, memilih untuk berjuang dalam kesehatan dan pendidikannya.

Rolivia pertama kali mendengar Dana Cita dari informasi yang diberikan oleh tetangga. Banyak keraguan yang muncul pada awalnya, namun Rolivia memutuskan untuk mempelajari lebih lanjut lewat informasi detail di situs Dana Cita. Singkat cerita, Rolivia dan keluarga memutuskan untuk melakukan pinjaman pendidikan di Dana Cita, dan secara seketika semua keraguan sirna.

"Dana Cita memberikan kemudahan, dan bukan berpotensi menghadirkan masalah lain di masa depan kami - satu hal yang ditakutkan oleh ayah saya."

Di sisi lain, lambat laun, kondisi fisik Rolivia membaik berkat serangkaian pengobatan yang dilakukan. Perkuliahan pun kembali aktif ia jalani untuk membuka jalan tercapainya mimpi menjadi seorang Public Relations, sambil bereksplorasi lebih dalam lagi dalam hobinya menggambar dan menulis.

Merasa bahwa Dana Cita benar-benar dapat membantu seorang pelajar, Rolivia aktif membagikan info tentang Dana Cita kepada teman-temannya di kampus. Dana Cita bukan hanya menjawab solusi keuangan jangka pendek tentang pendidikan. Lebih dari itu, Dana Cita juga dirasakan oleh Rolivia dan keluarga sebagai solusi untuk berani bermimpi lebih besar lagi tentang pendidikan. Impian tentang kuliah lanjut di S2 - yang dulu bahkan tidak berani untuk sekedar diangkankan - muncul untuk membantu Rolivia meraih kesuksesan di masa depan. Penyakit yang diderita dan juga tantangan keuangan bukan alasan lagi untuk Rolivia bebas mendesain masa depannya.

PS : Kami akan rutin memuat tulisan #CeritaKomunitas. Kami bangga akan komunitas kami dan dengan senang hati ingin menyebarkan pesan-pesan inspiratif dari komunitas kami ini!

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly