Return to site

Growth and Fixed Mindset.

· BebaskanMimpimu,Blog

Ini adalah part ke-5 dalam blog series #BebaskanMimpimu. Ikuti blog dan sosial media kami untuk part selanjutnya!

Sebelumnya, bisa cek blog part pertama, kedua, ketiga dan keempat dulu ya!

"Mindset is everything."

Saya bertaruh teman-teman yang membaca blog ini pasti pernah mendengar satu kutipan populer tersebut. Meskipun demikian, saya juga mau bertaruh bahwa mungkin teman-teman tidak tahu bagaimana implementasinya dalam hidup kita, atau mungkin tidak tahu apa sih arti sebenarnya dari kutipan itu? Well, let’s try!

  • Pernah berpikir bahwa IQ itu adalah nilai yang mustahil untuk dikembangkan?
  • Pernah berpikir bahwa setelah gagal di suatu ujian - let’s say ujian SBMPTN, TOEFL atau IELTS kemudian merasa bahwa it is impossible to reach a certain score?
  • Pernah berpikir bahwa suatu kegagalan is a very good sign kalau kamu tidak akan bisa melakukannya di masa mendatang, karena ternyata ada orang di luar sana yang dengan mudah melakukannya?

To be honest, dulu saya pernah menjawab semua pertanyaan di atas dengan jawaban “pernah”. Alasan bagus yang saya pakai sewaktu itu adalah “okay, maybe this is not my area! This is not my talent!”. Well, bagaimana jika ternyata jarak antara “your area” dengan hasil yang kamu peroleh ternyata hanyalah sejauh kerja kerasmu? Jika ini benar terjadi, kita bisa jadi melewatkan banyak hal dalam hidup kita!

We’ll share you something that really can change how you learn something.
By the way, this blog is inspired by a great book by Carol Dweck, “Mindset: The New Psychology of Success”.
Please buy this awesome book if you want to deepen
your understanding :-)

Growth VS Fixed.

Secara singkat, Carol Dweck menyimpulkan bahwa seseorang bisa memiliki dua mindset di dalam hidupnya. Satu mindset memaksa seseorang berpikir bahwa kemampuan dan talenta seseorang sudah dicetak di dalam diri seseorang semenjak lahir dan human power cannot do something about it. Mindset lainnya berkata bahwa skill dan talenta sangat amat mungkin sekali dikembangkan dan diasah lewat latihan dan kerja keras.

Jadi, satu mindset berkata talenta sudah tercetak di atas “batu” dan satu mindset lainnya berkata bahwa kemampuanmu dapat dikembangkan - seperti halnya kamu melatih otot perutmu menjadi six-pack. Mindset yang disebut pertama populer dinamakan “fixed mindset” dan mindset kedua populer dinamakan “growth mindset”.

Growth VS Fixed Mindset

Setelah kita mengetahui apa bedanya fixed dan growth mindset, bagaimana kita menerapkannya?

1. Ketika menghadapi kegagalan

Dalam menghadapi kegagalan, perbedaan mindset akan mempengaruhi perbedaan responmu.
 

“I am a failure” adalah respon lumrah seorang dengan fixed mindset. Satu kegagalan sudah cukup menyimpulkan bahwa tidak ada hal lain yang bisa kita perbuat untuk merubah hal itu. Gagal ya gagal, no need to waste more time! Sebaliknya, orang degan growth mindset punya respon yang menarik : “I haven’t succeeded yet!”. Yes, saya mungkin gagal, tapi hanya temporary. Bukan kegagalan permanen. Bukannya tidak bisa dirubah. Besok atau lusa? Mungkin saja saya bisa sukses dan meraih apa yang sekarang masih gagal.

2. Ketika menghadapi tantangan

Seorang fixed mindset akan berkata : “kalau untuk sukses dalam hal ini saya harus bekerja keras, well.. Mungkin saya tidak bertalenta di bidang ini!”. 

Sedangkan coba perhatikan suara yang ada di kepala growth mindseter : “kalau mau sukses di bidang ini, resep utamanya memang harus bekerja keras!”.

Seseorang dengan fixed mindset memandang challenge hanya sebagai cara yang valid dalam menentukan apakah dirinya berbakat atau tidak. That’s why sering sekali mereka selalu mencari excuse, mencari teman atau orang-orang yang juga gagal dalam challenge yang sama. Mereka hanya mau mencari alasan dan pembenaran bahwa sebenarnya mereka masih termasuk orang yang bertalenta.

Well guys, hidup bukan berarti terus mencari pengakuan akan kehebatan kita. Hidup adalah tentang perjuangan untuk mendapatkan apa yang benar-benar kamu inginkan!

Pembahasan tentang growth dan fixed mindset sebenarnya cukup panjang, namun saya rasa paparan singkat di atas bisa sedikit membuka pikiran teman-teman sekalian ya. Setelah teman-teman berani bermimpi besar, keluar dari zona nyaman, dan menolak untuk menjadi "medioker", penting sekali untuk mempunyai mindset yang benar dalam hidup!

PS : We want to help you to dream big and fulfill your dream!

Ikuti blog kami untuk rangkaian blog lainnya di dalam kampanye #BebaskanMimpimu. Jangan lupa ikuti media sosial kami dan spread the good news tentang pinjaman pendidikan di Indonesia!

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly