Return to site

Lima Langkah Mengatasi Kegagalan

· BebaskanMimpimu,Blog

Ini adalah part ke-6 dalam blog series #BebaskanMimpimu. Ikuti blog dan sosial media kami untuk part selanjutnya!

Sebelumnya, bisa cek blog part pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima dulu ya!

Anyone who wants to do things of value in life

will fail.

Lionel Messi

Bahkan seorang Lionel Messi pun pernah gagal mengekskusi penalti.

Jika pada blog series sebelumnya kita banyak berdiskusi tentang bermimpi besar, keluar dari zona nyaman kamu, hingga bagaimana memiliki pola pikir yang benar, blog kali ini akan berbicara tentang suatu hal yang tidak mengenakkan - terkadang malah ditakuti : kegagalan. Lebih lanjut lagi, kita bakal berdiskusi bagaimana kita menghadapi kegagalan yang kita hadapi.

1. Take your time!

Segera setelah melihat pengumuman hasil ujian - dan kamu gagal lolos (ouchh!) - atau pengumuman apapun di mana kamu gagal, respon yang umum adalah sedih, kecewa hingga stress! Our first suggestion is take your time!

Bolehkah kita masuk dan mengunci kamar, bahkan hingga menangis?

Bolehkah kita pergi merenung di lokasi favorit kita?

Bolehkah kita offline sejenak dan tidak mau dihubungi oleh orang lain?

The answer for all of these questions is yes! Boleh banget. Take your time for just feeling your pain - tapi set target untuk kembali dengan semangat juang yang sama - bahkan jauh lebih besar! Ada orang yang hanya butuh sehari, ada yang sampai butuh satu minggu. Remember, take your time!

2. Remember growth mindset!

Dalam waktu-waktu “perenunganmu”, satu hal yang harus diingat : growth mindset. Berikut adalah kutipan dari our previous blog :

I am a failure adalah respon lumrah seorang dengan fixed mindset. Satu kegagalan sudah cukup menyimpulkan bahwa tidak ada hal lain yang bisa kita perbuat. Gagal ya gagal, no need to waste more time! Sebaliknya, orang dengan growth mindset punya respon yang menarik : I haven’t succeded yet!. Yes, saya mungkin gagal, tapi hanya temporary. Besok atau lusa? Mungkin saja saya bisa sukses dan meraih apa yang sekarang masih gagal

Ada satu hal penting lagi tentang kegagalan : semua orang mengalaminya, tanpa kecuali. Gak percaya? Artikel ini bisa kamu baca untuk inspirasimu! Failure is the proof that you tried. Yang terpenting adalah bagaimana respon kamu semua!

3. Evaluate why you failed

Saya masih ingat masa-masa dimana saya mempersiapkan salah satu ujian standardized test untuk masuk perguruan tinggi. Saya belajar banyak materi dan mengerjakan ribuan latihan soal. Dalam mock test pertama, saya gagal, dan saya cukup heran. Apakah mengerjakan ribuan latihan soal masih kurang? Apakah saya masih harus menambah beberapa ribu lagi untuk pass the test? Setelah melakukan riset, saya menyadari kegagalan saya. Saya mengerjakan ribuan soal hanya untuk tahu apakah saya benar atau salah - namun lupa untuk mencatat kesalahan saya. Sistem ini dikenal dengan error log, yang awalnya banyak digunakan dalam pemrogaman sebuah software. Sebuah artikel mengatakan bahwa mengerjakan sedikit soal dengan banyak evaluasi error log akan jauh lebih efektif dibandingkan mengerjakan ribuan namun tanpa evaluasi!

Bagaimana dengan di dunia nyata? It means we have to develop our own error log! Cari tahu kenapa kami gagal lolos dalam suatu ujian. Cari tahu kenapa sih kamu selalu ditolak pekerjaan - bahkan tanpa panggilan interview. Cari tahu kenapa kamu gagal raise fund untuk suatu event di kampusmu. Telurusi semuanya secara detail dan menyeluruh. Kalau masih buntu dan tidak tahu juga kenapa kamu gagal, cobalah berdiskusi dengan seseorang yang lebih berpengalaman.

4. Plan strategic steps

Kamu sudah analisa apa permasalahanmu, kamupun sudah membuat error log dengan segala detailnya. Langkah selanjutnya adalah merencanakan what’s next nya! Kalau kamu selalu gagal dalam soal trigonometri, it means you have to try another trygonometry books or simply you have to re-watch that topic video. Kalau kamu selau gagal dalam melamar pekerjaan - dan ternyata itu gara-gara pembuatan resume yang kurang “menjual”, carilah cara bagaimana mendesaian resume yang menjual (PS : kami di Dana Cita mau membantu semua komunitas kami, salah satunya dengan pelatihan pembuatan resume!). It is simple tapi seringkali orang lupa.

5. Approach your support system!

Kalau semua langkah di atas sudah kamu lakukan semua, go to your support system! Kamu bakalan menghadapi perjuanganmu lagi, so it is better if you have people behind you!

PS : We want to help you to dream big and fulfill your dream!

Ikuti blog kami untuk rangkaian blog lainnya di dalam kampanye #BebaskanMimpimu. Jangan lupa ikuti media sosial kami dan spread the good news tentang pinjaman pendidikan di Indonesia!

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly