Return to site

Productivity Hack #3

Tips for working smarter.

· Tips,Productivity,Blog

NOTE-TAKING

Dengan begitu banyaknya informasi yang tersedia sekarang, terutama dengan kemudahan mengakses informasi online, sangatlah mudah bagi pelajar dan profesional muda untuk tersesat dalam samudera informasi yang luas dan kehilangan poin-poin yang relevan. Dalam blog ini, kami akan meliputi dua topik, yaitu bagaimana cara mengambil catatan (note-taking) dengan efektif dan beberapa app yang bisa digunakan untuk digital note-taking.

METODE-METODE NOTE-TAKING

1. The Sentence Method

Metode ini adalah metode paling tradisional yang banyak digunakan dan diajarkan secara langsung maupun tidak langsung dalam perjalanan pendidikan kaum pelajar Indonesia. Metode ini boleh dikatakan adalah metode yang paling "simpel" karena catatan yang dibuat biasanya berbentuk kalimat penuh yang mencatat hampir kata demi kata apa yang disampaikan oleh pembicara atau narasumber. Meskipun "simpel", metode ini kadang tidak terlalu efektif karena tidak ada proses pengolahan dimana kamu harus memilh poin-poin yang relevan dan menggunakan unsur-unsur visual dan grafis untuk memudahkan pengertian dan proses review. Pada saat catatan dibaca lagi, biasanya membutuhkan waktu yang lama karena catatan tersebut belum diringkas sehingga membutuhkan daya pikir yang lebih untuk menyerap materi-materi tersebut.

2. The Outline Method

Metode outline atau garis besar adalah metode yang lebih efektif pada umumnya dibanding Sentence Method. Prinsip metode ini berbasis outline atau kerangka dimana catatan dibuat menggunakan frase pendek, dimulai dari ide besar kemudian makin spesifik dengan menggunakan sub-topik, dan sebagainya. Metode ini juga menggunakan beberapa unsur seperti bullet, singkatan, akronim, angka, nomor, dan sebagainya untuk mengelompokkan ide-ide sehingga hubungan antar ide jelas.

3. The Charting Method

Metode ini menggunakan tabel untuk mengelompokkan poin-poin dan ide-ide sesuai dengan kategori yang jelas dari awal. Metode ini juga efektif untuk melakukan perbandingan atau untuk membuat kronologi peristiwa (seperti sejarah). Metode ini kurang efektif untuk topik atau tema yang lebih abstrak dimana pengelompokan ide tidak dapat difokuskan dalam beberapa kategori.

4. The Cornell Method

Metode Cornell ini dinamakan sedemikian rupa dikarenakan seorang profesor dari Universitas Cornell di Amerika Serikat yang memperkenalkan metode ini untuk mahasiswa-mahasiswa di kelas beliau. Metode Cornell membagi sebuah halaman menjadi tiga bagian sesuai gambar berikut: Cue Column, Notes Column, Summary Column. Cue Column mencatat poin-poin pokok dan dilakukan setelah pencatatan pada saat review. Notes Column adalah kolom utama untuk mencatat poin-poin penting dan dilakukan pada saat kelas atau seminar sedang berlangsung. Summary Column mencatat poin-poin ringkasan dan dilakukan pada saat review.

5. The Mindmapping Method

Mindmapping adalah metode yang banyak digunakan terutama oleh mereka yang lebih cenderung ke arah visual. Mindmapping hanya menggunakan kata-kata secara minim (dalam bentuk frase pendek) dan mengandalkan visual map atau peta visual yang menghubungkan ide-ide satu sama lain. Mindmapping menggunakan warna, bentuk, dan garis penghubung untuk membuat suatu peta yang mudah diserap. Metode ini efektif untuk ide-ide abstrak atau untuk merangkum tema dimana hubungan antar ide lebih kompleks dan rumit.

BEBERAPA (FREE!) NOTE-TAKING APPS YANG BISA KAMU COBA

Tentunya ada banyak lagi apps yang bisa kamu coba, baik gratis maupun berbayar, jadi silahkan ajukan beberapa app terandal kamu di bagian Comments di bawah artikel ini.

 

Simak video ini untuk ringkasan 5 metode note-taking diatas.

Ikuti blog selanjutnya untuk tips-tips baru!

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly