Return to site

Stop Being Mediocre.

· BebaskanMimpimu,Blog

Ini adalah part ke-4 dalam blog series #BebaskanMimpimu. Ikuti blog dan sosial media kami untuk part selanjutnya!

Sebelumnya, bisa cek blog part pertama, kedua dan ketiga dulu ya!

"If better is possible, good is not enough."

-Benjamin Franklin

Medioker. Ada yang familiar dengan istilah ini? Saya sering sekali mendengar, khususnya saat membaca berita olahraga. “Manchester United baru saja kalah dari tim medioker…”. Medioker, menurut kamus Oxford berarti “of only average quality; not very good”. Tim medioker berarti tim yang “sedang-sedang saja”, mungkin sekali bukan tim langganan juara. Jika demikian, pribadi yang medioker berarti pribadi yang juga sedang-sedang saja. Normal. Rata-rata. Bukan juara kelas, namun tidak juga pernah berada di peringkat terbawah. Standar.

Remember, this is our series in #BebaskanMimpimu campaign.

Kami mau kamu semua yang membaca ini berani untuk bermimpi besar, keluar dari zona nyamanmu dan kemudian mengejar hidup di atas rata-rata!

Saatnya kita menaikkan standar kita dan lepas dari predikat medioker!

1. Learning, learning, and learning!

Sebagai orang Indonesia, kita harus prihatin dengan data ini : rendahnya minat baca di Indonesia dan juga jarangnya kita mengkonsumsi konten bermutu di sosial media. Yes, we are smart phone addict, tapi separuh dari waktu kita dihabiskan untuk main Mobile Legends (atau game adiktif lainnya) atau non-stop scrolling di Instagram feed kita masing-masing. Kami mengkategorikannya sebagai salah satu dari sekian banyak foolish exchange yang kita lakukan. You exchange your opportunity to learn something new with (too much) playing Mobil Legends.

Cara paling gampang dan cepat untuk mengejar hidup di atas rata rata adalah belajarlah sesuatu lebih banyak dari biasanya! Matikan smart phone mu di atas jam 9 malam, gantilah dengan membaca satu chapter buku bermutu. Daripada mantengin vlog YouTuber idolamu, coba kunjungi Ted Talks channel dan tonton satu hingga dua video bermutu setiap harinya. Daripada tidur seharian di weekend, cobalah ikut seminar atau workshop atau online course untuk menambah ilmumu.

2. Find your new network.

Cara termudah berikutnya untuk stop being mediocre adalah bertemu dan menjalin pertemuan dengan great people, orang-orang yang kamu rasa bisa menaikkan level hidupmu atau at least memaksamu untuk berpikir dan berkembang lebih banyak. Ini cara yang sepertinya mudah, namun butuh persiapan jauh sebelumnya. Jangan lupa kita juga harus menjadi pribadi yang “sesuai” atau “cocok” dengan these great people. Kalau kamu tidak pernah membaca buku atau learn something new, apa yang bisa kamu ceritakan? Apa yang bisa kamu bagi? Mereka tentu saja tidak mau mendengar ceritamu dapat seratus like untuk foto selfiemu di Instagram, atau bagaimana pencapaianmu menyelesaikan enam judul drama Korea dalam semalam.

Kutipan dari Jim Rohn merangkum point ini dengan baik sekali "We are the average of the five people we spend the most time with!".

3. In order to become the 1%, you must do what the other 99% won't!

Kalau tidak ingin terjebak di dalam manusia medioker, lakukan "lebih" dari apa yang orang rata-rata lakukan! Seorang atlet olimpiade yang meraih medali emas sudah sewajarnya berlatih dan bekerja kelas lebih dari atlet kebanyakan. Pelajar yang diterima di kampus top di Indonesia sudah sewajarnya belajar atau mencari langkah strategis dalam aplikasi kuliahnya.

One important note : point ini tidak selalu berarti kita harus bekerja lebih keras. Not really. Kalau kamu sudah definisikan hidup kamu dengan baik, tahu di mana kekurangan dan kelebihanmu, defining more strategic and smart way untuk mencapai sesuatu bisa jadi jauh lebih efektif dibandingkan hanya bekerja lebih keras.

4. Sharpen your willpower.

Semua langkah sudah dimengerti, semua strategic plan sudah dilakukan. Namun pada realitanya, rencana hanya tinggal rencana dan semuanya tidak kita jalankan dan kita kalah akan kemalasan kita! This absolutely is our biggest enemy. Dibutuhkan kehendak yang kuat - itulah sebabnya kami merasa bahwa our willpower adalah salah satu underrated skill yang harus dimiliki semua orang. Bagaimana kita bisa kuat untuk menolak kesenangan sesaat untuk sesuatu yang lebih besar di masa depannya? Well, ada banyak buku yang membahas khusus tentang hal ini. Namun satu hal yang bisa kita terapkan : bayangkan kesuksesan kamu. Ketika kamu merasa menyerah untuk belajar sesuatu yang baru, ingat bahwa ilmu baru bisa membuka lebih banyak pintu kesempatan di masa depan. Imagine your extremely bright future!

PS : We want to help you to dream big and fulfill your dream!

Ikuti blog kami untuk rangkaian blog lainnya di dalam kampanye #BebaskanMimpimu. Jangan lupa ikuti media sosial kami dan spread the good news tentang pinjaman pendidikan di Indonesia!

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly