Return to site

The Evolution of Fintech and Opportunities Ahead

Review Seminar FinTech - kerjasama Dana Cita dan Universitas Indonesia!

· News
Dana Cita - UI Seminar FinTech

Pada tanggal 15 Mei 2018, Universitas Indonesia bekerja sama dengan Dana Cita mengadakan Seminar Fintech (financial technology atau teknologi finansial) yang bertempat di Balai Sidang Universitas Indonesia Depok. Mengangkat Tema The Evolution of Fintech and Opportunities Ahead : "Kenali dan Maksimalkan Potensi Fintech Demi Suksesnya Masa Depanmu", seminar ini mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan memahami perkembangan teknologi finansial di era digital ini.

Sebagai simbolisasi pembukaan acara oleh pihak Universitas Indonesia, Bapak Erwin Nurdin selaku Direktur Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni Universitas Indonesia membuka acara dengan memberikan kata sambutan. Beliau mengatakan pentingnya kegiatan seperti Seminar Fintech ini untuk generasi muda mempersiapkan karir di masa depan dengan membuka wawasan terkait perkembangan teknologi, salah satunya teknologi finansial.

Dana Cita - UI Seminar Fintech

Sambutan dari Bpk. Erwin Nurdin

Acara dilanjutkan dengan pemaparan presentasi dari ketiga narasumber yang telah banyak berkecimpung di bidang teknologi finansial, dipandu oleh Evita Martha, mahasiswa FEB Universitas Indonesia yang mewakili UI di ajang pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat nasional!

Pembicara pertama diisi oleh M. Ajisatria Suleiman yang saat ini aktif sebagai Direktur Eksekutif Kebijakan Publik Asosiasi FinTech Indonesia. Beliau sendiri adalah alumni Fakultas Hukum di Universitas Indonesia serta mendapat gelar Magister Ekonomi di Hamburg University dan Magister Hukum di Erasmus University Rotterdam. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan terkait dunia teknologi finansial secara umum. Sebagai representasi dari Asosiasi FinTech Indonesia, beliau memaparkan profile dari ekosistem digital financial. Sampai sekarang, tercatat ada 163 anggota Asosiasi FinTech Indonesia, dimana sebanyak 139 diantaranya adalah perusahaan rintisan tekfin (fintech startup) dan sisanya adalah institusi finansial lainnya.

Banyak insight menarik yang disampaikan oleh Ajisatria. Salah satunya adalah data terkait kinerja perusahaan tekfin yang bergerak di bidang peer-to-peer lending. Ajisatria menuturkan bahwa ada empat perubahan signifikan semenjak tahun 2016 : melonjaknya tiga parameter seperti jumlah pinjaman yang disalurkan, jumlah lender (atau pemberi dana), dan juga jumlah borrower (atau peminjam). Statistik paling jelas menggambarkan tumbuh pesatnya industri peer-to-peer lending adalah jumlah peminjam : dari semula hanya 38.000 peminjam di tahun 2016 sekarang melonjak menjadi lebih dari satu juta peminjam (data hingga kuartal satu 2018).

Jika dikombinasikan dengan insight berikutnya, yaitu menurunnya rata-rata jumlah pinjaman per peminjam (average ticket size), Ajisatria menyimpulkan sebuah fenomena dimana industri teknologi finansial telah cukup berhasil menyalurkan pinjaman dengan nilai nominal pinjaman yang relatif lebih kecil. Fakta ini bisa jadi didorong oleh banyaknya masyarakat ataupun usaha kecil yang terakomodir kebutuhannya untuk melakukan pinjaman - dimana sebelumnya mereka merasa "jauh" dari fasilitas pinjaman dari lembaga finansial. Semoga fakta ini bisa terus mendukung kemajuan ekonomi nasional kita!

Dana Cita - UI

Dari kiri ke kanan : Nacitta Kanyandara - Ajisatria Sulaiman - Susli Lie - Evita Martha

Diskusi hangat selanjutnya dilanjutkan oleh Susli Lie. Sebagai seorang yang telah banyak berkiprah di bidang jasa keuangan, Susli sebagai Co-Founder Dana Cita lebih memfokuskan pembahasan dari segi lending atau peminjaman sebagai kategori terbesar di antara fintech startup yang ada di Indonesia sekarang ini (data dari DailySocial Fintech Report 2017 Indonesia). Sebanyak 26% dari semua fintech startup bergerak di bidang lending, dilanjutkan dengan kategori payment sebanyak 24%, e-wallet (14%), financial management (12%), insurance (7%) dan kategori lainnya sebanyak 17%.

Dari kategori besar lending, ada dua sub-kategori sebagai fokus produk dari masing-masing perusahaan rintisan tersebut : pinjaman UKM (SME loans) dan pinjaman perorangan (consumer loan). Dana Cita termasuk di dalam sub-kategori pinjaman perorangan dengan fokus kepada pembiayaan pendidikan. Susli kemudian memaparkan lebih detail bagaimana pembiayaan pendidikan bisa menjadi solusi untuk berbagai tantangan bangsa terkait pendidikan tinggi, diantaranya : rendahnya Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi sebanyak 28%; tingginya biaya pendidikan - sebanding dengan 1,4 kali pendapatan nasional per kapita Indonesia; hingga tidak cukupnya beasiswa atau subsidi yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan seluruh pelajar di Indonesia.

Acara berlanjut dengan pemaparan dari Nacitta Kanyandara selaku Head of Digital Product Kudo Indonesia yang juga merupakan alumni Universitas Indonesia. Kudo sendiri telah bergabung di dalam keluarga besar Grab semenjak Mei 2017. Pada pemaparannya, Nacitta memperkenalkan Kudo sebagai platform O2O (online to offline) yang memberikan peluang kepada seluruh masyarakat indonesia untuk menjadi pengusaha di era digital ini. Kudo ingin merangkul semua masyarakat khususnya di luar perkotaan untuk tetap bisa bertransaksi daring walaupun belum memiliki akses layanan perbankan, melalui dukungan agen Kudo yang sudah tersebar di 500 kota di seluruh Indonesia!

Dana Cita - UI

Terima kasih Universitas Indonesia!

PS : Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Universitas Indonesia untuk kesempatan besar yang diberikan. Untuk mahasiswa atau perwakilan dari kampus lainnya di Indonesia, kami terbuka untuk kesempatan seperti ini! Silakan untuk menghubungi tim kami di humas@danacita.com. Semoga kami bisa semakin menginspirasi sebanyak-banyaknya pemuda di Indonesia!

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly