Return to site

What is Your Biggest Regret in Life?

· BebaskanMimpimu,Blog

Penyesalan selalu datang terlambat.

One of many overused quotes in Indonesia. Meskipun demikian, saya pribadi selalu penasaran, kira-kira apakah ada statistik atau data yang merangkum apa saja penyesalan yang paling sering dilakukan dalam hidup? Jangan jangan kita semua terjebak dalam penyesalan yang sama! We’ve never learned from other experiences, then.

Saya menyesal memilih jurusan dalam perkuliahan saya…

Saya menyesal tidak banyak menabung sewaktu muda…

Pertanyaan saya terjawab oleh Bronnie Ware, yang pernah bekerja bertahun-tahun sebagai seorang perawat di bagian perawatan paliatif (pelayanan kepada pasien yang penyakitnya sudah tidak bereaksi terhadap pengobatan kuratif, atau tidak dapat disembuhkan secara medis - Wikipedia). Ia bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang yang sedang menjalani masa akhir hidup mereka. Dari mereka, Bronnie sadar bahwa ada pola yang berulang tentang “penyesalan”. Terdorong untuk menyampaikan hal ini kepada semua orang yang ditemuinya - agar tentunya tidak mengulang “kesalahan” dan penyesalan yang sama, Bronnie Ware menulis semua rangkuman kisah tersebut di dalam buku berjudul “The Top Five Regrets of the Dying – A Life Transformed by the Dearly Departing.”

Here is the list!

1. “Seandainya aku punya keberanian untuk hidup sesuai dengan yang aku impikan, bukan yang orang lain impikan.”

 

- When people realise that their life is almost over and look back clearly on it, it is easy to see how many dreams have gone unfulfilled…

Merupakan penyesalan umum hampir semua orang. Mengubur dalam-dalam passion dan bakat menggambar hanya karena orang-orang di sekitar mengatakan passion tersebut tidak bisa menghasilkan pendapatan yang baik di masa depan hingga sedemikian mudahnya kita mengganti mimpi kita hanya karena seseorang berkata “your dream is too big”. We all have our own story.

2. “Seandainya aku tidak bekerja terlalu keras.”

 

- We missed our children’s youth and our partner’s companionship

Shocking!

Hidup menuntut kita untuk terus menerus bekerja, siang dan malam untuk mendapatkan penghasilan dan menghidupi diri dan keluarga. Sepertinya pilihan ini sangat jelas kan? Adapun demikian, penyesalan datang ketika seseorang lebih mementingkan pekerjaan dan urusan kantor dibandingkan hal-hal lain yang lebih penting. Melewatkan perayaan ulang tahun anak kita karena harus melakukan business trip. Waktu makan malam dengan keluarga yang banyak terlewatkan karena meeting sampai larut malam. You name it! 

Note : Penyesalan ini disampaikan oleh hampir semua pasien pria dari Bronnie Ware.

3. “Seandainya aku punya keberanian untuk mengungkapkan isi hatiku yang sebenarnya.”

 

- Many people suppressed their feelings in order to keep peace with others.

Banyak dari kita yang terjebak dalam penyesalan ini bukan? Tidak berani mengungkapkan ketertarikan kepada lawan jenis, tidak berani mengatakan “I love you” kepada kedua orang tua kita.

4. “Seandainya aku tetap menjaga hubungan dengan teman-temanku.”

 

- Putting people before things.

Kita sering menomorsekiankan teman dan sahabat kita. Teman baru datang menggantikan teman lama dan terus berulang hingga kita sadar bahwa kita tidak cukup punya hubungan yang erat dengan semua teman kita. Memasuki masa-masa akhir hidup kita, kita sadar dan teringat akan semua teman kita - dan kita tidak tahu bagaimana bisa menggapai kembali persahabatan yang pernah terjadi.

5. “Seandainya aku memilih untuk hidup lebih bahagia.”

 

- Life is a choice. It is YOUR life. Choose consciously, choose wisely, choose honestly. Choose happiness.

Point terakhir ini (juga) sedikit mengejutkan. Banyak orang tidak menyadari bahwa kebahagiaan adalah pilihan, as simple as that. Kebahagiaan dirasa sebagai sebuah hal yang otomatis muncul ketika kita punya kecukupan materi ataupun kesuksesan karir. Nope. Kebahagiaan bisa kita pilih setiap harinya, dari apapun kondisi diri kita.

Finally, apa sih penyesalan terbesar yang teman-teman pernah rasakan dalam hidup? Setelah baca lima penyesalan di atas, apakah kita mau berusaha untuk hidup tanya penyesalan di masa tua kita?

PS : We want to help you to dream big and fulfill your dream!

Ikuti blog kami untuk rangkaian blog lainnya di dalam kampanye #BebaskanMimpimu. Jangan lupa ikuti media sosial kami dan spread the good news tentang pinjaman pendidikan di Indonesia!

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly