Return to site

Why We Have to Dream Big?

· BebaskanMimpimu,Blog

Ini adalah part ke-2 dalam blog series #BebaskanMimpimu. Ikuti blog dan sosial media kami untuk part selanjutnya!

Part pertama bisa dilihat di sini

Suatu waktu dalam hidup saya, pernah ada seorang teman yang dengan jelas berkata you aim too high!. Perkataanya keluar setelah saya bercerita tentang impian jangka panjang saya. Cukup satu pernyataan untuk memaksa saya merenung dalam-dalam. Pulang dari pertemuan dengannya, saya punya dua pilihan : setuju dengan statementnya atau dengan firm katakan : “Nope, my dream is not too big!”

Takut ditertawakan teman-temanmu karena mimpimu yang terlalu besar menambah satu alasan lagi untuk seseorang takut bermimpi besar. Alasan lain, sudah pasti adalah ketakutan untuk gagal. Biasanya, dua kombinasi ketakutan sudah cukup untuk mendorong seseorang bermimpi “realistik” daripada bermimpi besar.

So, why we have to dream big? Is it okay to dream big?

Kalau kita punya dua alasan kuat untuk stop bermimpi besar, kita punya lebih banyak alasan untuk berani bermimpi besar!

1. This is YOUR life.

It means orang lain tidak bisa (dan tidak seharusnya) ikut campur terlalu jauh seputar apa yang kamu mau lakukan di dalam hidupmu. Orang lain bebas menyampaikan pendapat, namun keputusan 100% ada di tangan kita semua. Well, pengecualian mungkin ada pada kedua orang tua dan pasangan hidup kalian. They know you so well, bisa jadi mereka memberikan pandangan berharga dari sisi yang benar-benar berbeda. In fact, mereka adalah stakeholders dalam hidup kita, sehingga wajar kalau kita beri perhatian lebih untuk setiap saran dan masukan dari mereka. Meskipun demikian, kita coba baca lagi blog kita minggu kemarin. Kebanyakan orang menyesal karena tidak berkata jujur dan follow their wildest dream in their life. So, pilihan ada di tangan kalian semua!

2. No dream is too big!

Kalau kata Donald Trump, the controversial president of the USA : "No dream is too big, no challenge is too great. Nothing we want for the future is beyond our reach"

Tidak ada mimpi yang terlalu besar! Yang ada hanya how-to nya yang terlalu kecil. Ketika Anda bisa membayangkan sesuatu, Anda selangkah menuju tercapainya apa yang Anda bayangkan. What you think, you become. Semuanya dibangun dua kali : sekali di pikiran Anda, sekali di dunia nyata. Unfortunately, kita terlalu sibuk untuk membangun mimpi besar kita namun pada akhirnya lupa untuk membagi mimpi besar kita itu (dan mengeksekusinya!) ke dalam strategic steps yang lebih kecil. Kita sibuk bermimpi menjadi pengusaha sukses namun malas membangun jaringan profesional kita. Kita sibuk bermimpi untuk mendapatkan perut six-pack namun lupa bahwa menjaga pola makan adalah bagian tidak terpisahkan dalam proses itu.

3. “Aim for the moon, that way, even if you miss you’ll still be amongst the stars”
- W. Clement Stone

If we aim sky - ketika kita bermimpi besar dalam hidup kita, apa sih dua kemungkinan yang bisa terjadi? Sudah pasti, kita gagal mencapainya atau kita berhasil. “Kegagalan” kita pun bisa berarti kita hanya mencapai satu atau beberapa level di bawah “langit”, yang bisa jadi merupakan pencapaian yang masih membanggakan! Adding this famous quote, saya mau katakan bahwa kalau kita gagal, kita masih punya ratusan cara untuk coba lagi - dan kamu sudah bangun pondasi yang benar! Di sisi lain, if we are afraid to dream big, kemungkinannya hanya satu : gagal, period. Failure is a good sign! Pertanda yang bagus bahwa kamu sudah banyak mencoba segala sesuatunya dalam hidup. Kegagalan adalah elemen wajib yang selalu ada dalam setiap kisah hidup manusia.

4. You will IMPROVE - Improvement is everything!

This is the BEST part. Mimpi yang besar memaksamu untuk mengeluarkan semua kemampuan dan potensimu - jika tidak, mimpimu tidak akan terwujud. Mimpi yang besar tidak bisa terwujud hanya dengan bermimpi dan menulis a sophisticated plan. You have to work on it, and you will be strectched and pushed in zillions ways. Kemampuan dan karaktermu akan dipacu bahkan sampai kepada level yang mungkin tidak kamu bayangkan sebelumnya. Kamu mulai sibuk mencoba hal baru, mengelola waktu secara jauh lebih efisien hingga mencari jawaban dan petunjuk dari berbagai macam sumber.

Sekarang, coba evaluasi kembali mimpi kita.

Apakah terlalu kecil?

Realistik tapi tidak menantang?

Apakah kamu perlu re-targetting you dream?

The decision is yours! Selamat bermimpi besar dan bertumbuh semaksimal mungkin dalam hidup kita!

PSWe want to help you to dream big and fulfill your dream!

Ikuti blog kami untuk rangkaian blog lainnya di dalam kampanye #BebaskanMimpimu. Jangan lupa ikuti media sosial kami dan spread the good news tentang pinjaman pendidikan di Indonesia!

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly